PETA

PETA
DESAINS TGK.ABANG

Tuesday, August 4, 2020

ABU IBRAHIM WOYLA

Tambahkan teks


ABU IBRAHIM WOYLA.

ULAMA SUFI ACEH,
YANG SANGAT MURAH HATINYA.
---------------------

ABU IBRAHIM WOYLA ADALAH :
ULAMA SUFI KHARISMATIK DARI ACEH BARAT, ia berasal dari PASI ACEH, KECAMATAN WOYLA, ACEH BARAT.
YANG BERNAMA LENGKAP :
ABU IBRAHIM WOYLA BIN TEUNGKU SULAIMAN BIN TEUNGKU HUSEIN.
diperkirakan lahir TAHUN 1919M. Dalam pengembaraan kesufiannya, ia mengawali masa belajar kepada salah seorang ULAMA BESAR di BLANGPIDIE yang berasal dari LHOKNGA yaitu :
ABU SYECH TEUKU MAHMUD
BIN TEUKU AHMAD LHOKNGA atau yang dikenal dengan
ABU SYECH MUD BLANGPIDIE.

Kepada Abu Syech Mud, ABU IBRAHIM WOYLA belajar lebih kurang dua belas tahun.
Selain ABU IBRAHIM WOYLA, murid Abu Syech Mud lainnya SEPERTI :
ABUYA SYEKH MUDA WALY AL-KHALIDY,
Abu Calang Muhammad Arsyad, Abu Adnan Mahmud Bakongan, Abuya Jailani Kota Fajar, Syekh Muhammad Bilal Yatim,
Abu Jakfar Lailon,
Abu Imam Syamsuddin,
Abu Ghafar Lhoknga dan para ulama lainnya.

ABU SYECH MUD, selain dikenal dengan kealimannya, beliau juga seorang ulama yang memaknai kehidupannya dengan PENGAMALAN ILMU TASAUF.

Setelah menyelesaikan pengajian kepada Abu Syech Mud,
ABU IBRAHIM WOYLA juga belajar kepada beberapa ULAMA lainnya seperti kepada
ABU MUHAMMAD ARSYAD yang dikenal dengan ABU CALANG murid dari : ABU KRUENGKALEE dan ABU SYECH MUD.

SEDANGKAN ILMU TAREKAT,
ABU IBRAHIM WOYLA memperdalam kepada :
Abuya Syekh Muda Waly al-Khalidy setelah pulang belajar dari Padang pada era tahun empat puluhan.
Setelah belajar kepada beberapa ulama, ABU WOYLA kemudian mendalami kajian TASAUF secara MENDALAM.
Setelah menjadi seorang yang ALIM, ia mendapat ANUGERAH KEWALIANNYA.

Tidak terhitung cerita-cerita yang beredar di masyarakat tentang KELEBIHAN DARI ULAMA SUFI ABU IBRAHIM WOYLA.
Bahkan ALMARHUM GUS DUR pernah menyebutkan bahwa :
SUFI seperti ABU IBRAHIM WOYLA hanya TINGGAL SATU ORANG LAGI, YAITU DI SUDAN.

ABU IBRAHIM WOYLA pernah berjumpa dengan GUSDUR, sebagaimana ditulis dalam autobiografi Kiyai Abdurrahman Wahid.

Saya pernah melihat ABU IBRAHIM WOYLA yang MEMBAGI-BAGIKAN UANG kepada siapapun yang meminta tanpa terkecuali dan beliau tidak melihat berapa jumlah yang diberikan.
Di kesempatan lain juga cerita yang telah JAMAK diketahui bahwa ABU IBRAHIM WOYLA mampu menempuh jarak RIBUAN KILOMETER dengan waktu yang cepat hanya dengan berjalan kaki.

Namun ada sebuah keistimewaan lainnya, bahwa Abu Ibrahim Woyla sering memberi ISYARAT terhadap PERISTIWA-PERISTIWA besar yang akan terjadi bukan beliau mengetahui yang ghaib, tapi itulah FIRASAT JERNIH yang DIBERIKAN OLEH ALLAH SWT KEPADA PARA HAMBA-HAMBA NYA.
KARENA ABU IBRAHIM WOYLA LIDAH dan HATINYA TIDAK PERNAH KOSONG dari MENGINGAT ALLAH SWT.
Beliau sedikit bicara, kalau pun ingin menyampaikan sesuatu hanya dengan sedikit kata-kata dan isyarat sekedar saja.
Semasa hidupnya, Abu Ibrahim Woyla telah mengayomi masyarakat dengan MUNAJAT dan doanya.
SETELAH BELIAU BERPULANG KERAHMATULLAH , HAMPIR TIDAK PERNAH TERDENGAR SUFI PENGEMBARA SEPERTI BELIAU.

Ada beberapa pelajaran penting dari kehidupan SUFI ACEH tersebut, di antaranya :
PERTAMA :
Abu Ibrahim Woyla mengawali DERAJAT KRSUFIAN beliau MELALUI ILMU dan BELIAU BERGURU kepada PARA ULAMA. KEDUA :
sampainya beliau kepada DERAJAT SEDEMIKIAN RUPA dengan MUJAHADAH yang BENAR, dimana beliau telah menghabiskan banyak waktunya untuk mengembara seraya BERZIKIR MENGAGUNGKAN ASMA' ALLAH SWT.
KETIGA :
ada sisi kedermawanan pada diri ABU IBRAHIM WOYLA yang mau memberi kepada siapapun yang meminta.
KEEMPAT :
BELIAU TIDAK LAGI CINTA KEPADA DUNIA. (FANA)
Karena seorang yang telah sampai pada DERAJAT KASYAF yang hakiki, maka PUJIAN dan CACIAN bagi mereka sama. Antara BATU dan PERMATA bagi mereka tidak berbeda.

KELIMA :
Abu Ibrahim Woyla memiliki kepedulian yang sangat tinggi kepada siapapun tidak melihat kepada UNSUR RAS, golongan dan lain-lain.
Bagi beliau semuanya adalah MAKHLUK ALLAH SWT YANG LAYAK DAN PATUT DIBERIKAN KASIH SAYANG.

BANYAK PELAJARAN BERHARGA LAINNYA DARI KEHIDUPAN SUFI BESAR ACEH TERSEBUT.
Karena membaca perjalanan hidup ABU IBRAHIM WOYLA adalah membaca perjalanan SUFI-SUFI yang kita baca kehidupan mereka seperti DONGENG,
NAMUN BENAR ADANYA. Wallahua’lam.

ABU IBRAHIM WOYLA
WAFAT PADA HARI SABTU,
PUKUL 16.00 WIB, TANGGA 18 JULI 2009 DI RUMAH ANAKNYA DI PASI ACEH KECAMATAN WOYLA INDUK, KABUPATEN ACEH BARAT DALAM USIA 90 TAHUN.

mohon maaf
bila ada salah dan tersilap
dalam catatan ini.

GROP :
KISAH ULAMA ACEH

WALLAHU'AKLAM.
WASSALAM.


ABU IBRAHIM WOYLA.
ULAMA SUFI PENGEMBARA.
SANG PEMBURU ISTIJABAH DO'A.

KETIKA
ABU IBRAHIM WOYLA KE MESIR.
MAHASISWA AL-AZHAR dari ACEH BERTANYA PADA ABU :
apa yang melatarbelakangi ABU gemar menjadi pengembara dari satu daerah ke daerah yang lain ?
ABU MENJAWAB :
"SAYA INGIN MEMPERPANJANG WAKTU ISTIJABAH DO'A.
(menjadi MUSAFIR/pengembara).

Hal inilah yang menyebabkan
TGK AMIN (Ayah Min). PENDAMPING SETIA ABU WOYLA SAMPAI WAFAT.

( حتي انتقل رحمه الله تعالي إلى الرفيق الأعلى)

sering menggunakan RUKHSAH SHALAT (jamak & Qasar) karena ABU WOYLA jarang bicara, hanya memberi ISYARAH, atau beberapa penggal kata saja.
Misal, Peureulak.
Itu berarti ABU ingin MUSAFIR ke Peureulak.

Salah satu amalan andalan
ABU IBRAHIM WOYLA,
WALIYULLAH SANG PENGEMBARA INI,
sesuai dengan HADIST RASULULLAH SAW,

ثَلَاثُ دَعَوَاتٍ مُسْتَجَابَاتٌ لَا شَكَّ فِيهِنَّ: دَعْوَةُ الْمَظْلُومِ، وَدَعْوَةُ الْمُسَافِرِ، وَدَعْوَةُ الْوَالِدِ عَلَى وَلَدِهِ “

TIGA WAKTU DI IJABAH
(dikabulkan) DO'A yang tidak diragukan lagi YAITU :
(1) do’a orang yang terzhAlimi,
(2) do’a seorang MUSAFIR,
(3) do’a orang tua pada ANAKNYA.
(HR. Ahmad)
--------------------

BLANG PIDIE, 28 Mei 2020
Mustafa Woyla.
Copas.


ABU IBRAHIM WOYLA.
ULAMA SUFI ACEH DAN SANAD KEILMUANNYA.
-------------------------

ABU BERASAL DARI PASI ACEH WOYLA ACEH BARAT.
ABU IBRAHIM WOYLA DIPERKIRAKAN,
LAHIR TAHUN 1919.

Dalam pengembaraan kesufiannya, beliau mengawali masa belajarnya kepada salah seorang ULAMA BESAR BLANGPIDIE yang berasal dari LHOKNGA YAITU :
ABU SYECH T. MAHMUD
BIN T. AHMAD LHOKNGA atau YANG DIKENAL DENGAN :
ABU SYECH MUD BLANGPIDIE.

KEPADA ABU SYECH MUD,
ABU IBRAHIM WOYLA belajar lebih kurang dua belas tahun. Selain Abu Ibrahim Woyla, murid ABU SYECH MUD lainnya seperti :
ABUYA SYEKH MUDA WALY AL-KHALIDY,
Abu Calang Muhammad Arsyad, Abu Adnan Mahmud Bakongan, ABUYA JAILANI KOTA FAJAR, SYEKH MUHAMMAD BILAL YATIM,
ABU JAKFAR LAILON,
ABU IMAM SYAMSUDDIN,
ABU GHANA LHOKNGA dan para ulama lainnya.

ABU SYECH MUD sendiri, selain dikenal dengan kealimannya, beliau juga seorang ulama yang memaknai kehidupannya dengan pengamalan ILMU TASAUF.
Setelah menyelesaikan pengajian kepada : ABU SYECH MUD,
ABU IBRAHIM WOYLA juga pernah belajar kepada beberapa ulama lainnya seperti kepada :
ABU MUHAMMAD ARSYAD yang dikenal dengan :
ABU CALANG MURID DARI :
ABU KRUENGKALEE dan ABU SYECH MUD.

SEDANGKAN ILMU TAREKAT,
ABU IBRAHIM WOYLA memperdalam kepada : ABUYA SYEKH MUDA WALY AL-KHALIDY setelah pulang beliau belajar dari Padang pada era empat puluhan.
Setelah belajar kepada beberapa ulama, ABU IBRAHIM kemudian mendalami KAJIAN TASAUF secara mendalam.
Setelah menjadi seorang yang ALIM, beliau diberikan ANUGERAH KEWALIAN.

Tidak terhitung cerita-cerita yang beredar di masyarakat tentang kelebihan dari ULAMA SUFI
ABU IBRAHIM WOYLA.
Bahkan al Marhum Gus Dur pernah menyebutkan bahwa SUFI SEPERTI ABU IBRAHIM WOYLA CUMA ADA SATU ORANG LAGI YAITU DI SUDAN.

Abu Ibrahim Woyla pernah berjumpa dengan Gusdur, sebagaimana ditulis dalam autobiografi Kiyai Abdurrahman Wahid.
Bahkan pernah melihat ABU IBRAHIM WOYLA yang MEMBAGI-BAGIKAN UANG kepada siapapun yang meminta tanpa terkecuali dan beliau tidak melihat berapa jumlah yang diberikan.

Di kesempatan lain juga cerita yang telah jamak diketahui bahwa ABU IBRAHIM WOYLA mampu menempuh JARAK RIBUAN KILOMETER dengan waktu yang cepat hanya dengan berjalan kaki.
(Allah melipat Bumi untuk para Ambiya).

Namun ada sebuah keistimewaan lainnya, bahwa : ABU IBRAHIM WOYLA sering memberi ISYARAT terhadap PERISTIWA-PERISTIWA BESAR yang akan terjadi bukan beliau mengetahui yang GAIB, TAPI ITULAH FIRASAT JERNIH YANG DIBERIKAN OLEH :
ALLAH SWT kepada,
PARA HAMBA-HAMBA-NYA.
KARENA ABU IBRAHIM WOYLA LIDAH dan HATINYA tidak pernah KOSONG DARI :
MENGINGAT ALLAH SWT.

Beliau sedikit bicara, kalau pun ingin menyampaikan sesuatu hanya dengan sedikit kata-kata dan isyarat sekedar saja.
Semasa hidupnya, ABU IBRAHIM WOYLA telah mengayomi masyarakat dengan MUNAJAT dan DOANYA.
Setelah beliau berpulang, hampir tidak pernah terdengar SUFI PENGEMBARA SEPERTI BELIAU.

ADA BEBERAPA PELAJARAN PENTING dari KEHIDUPAN SUFI ACEH TERSEBUT.
DI ANTARANYA :

PERTAMA.
Abu Ibrahim Woyla mengawali derajat kesufian beliau melalui ilmu dan beliau berguru kepada para ulama.

KEDUA :
sampainya beliau kepada derajat sedemikian rupa dengan mujahadah yang benar, dimana beliau telah MENGHABISKAN banyak waktunya untuk MENGEMBARA seraya BERZIKIR MENGAGUNGKAN ASMA' ALLAH SWT.

KETIGA :
ada sisi kedermawanan pada diri ABU IBRAHIM WOYLA yang mau memberi KEPADA SIAPAPUN yang MEMINTA.

KEEMPAT :
BELIAU tidak lagi CINTA kepada DUNIA. Karena seorang yang telah sampai pada DERAJAT KASYAF yang HAKIKI, maka PUJIAN dan CACIAN bagi MEREKA SAMA.
Antara batu dan permata bagi mereka tidak BERBEDA.

KELIMA :
ABU IBRAHIM WOYLA memiliki KEPEDULIAN yang SANGAT TINGGI kepada SIAPAPUN TIDAK MELIHAT kepada UNSUR RAS, GOLONGAN dan LAIN-LAIN.
BAGI BELIAU SEMUANYA adalah MAKHLUK ALLAH SWT yang LAYAK dan PATUT diberikan KASIH SAYANG.

Banyak pelajaran berharga lainnya dari kehidupan SUFI BESAR ACEH tersebut.
Karena membaca perjalanan hidup ABU IBRAHIM WOYLA adalah membaca perjalanan SUFI-SUFI yang kita baca KEHIDUPAN MEREKA SEPERTI DONGENG, namun benar adanya. WALLAHUA'LAM.
---------------------------

AL-KISAH :
BAHAN MAKANAN BERTAMBAH SECARA TIBA-TIBA.

Dikisahkan oleh salah satu menantunya yang bernama : TEUNGKU Nasruddin,
ABU IBRAHIM WOYLA pernah berkunjung ke almamaternya YAITU :
DAYAH SYEKH MAHMUD DI BLANG PIDIE.
Ketika itu ia minta disediakan sepiring nasi untuk sarapan, tapi diberitahukan oleh bahwa tidak tersedia lauk apapun lagi di dapur. ABU IBRAHIM WOYLA kemudian menjawab bahwa ia bisa makan hanya dengan lauk telur, dan diminta kepada santri tadi untuk mengecek persediaan di dapur.
AJAIBNYA di tempat penyimpanan telur masih tersisa satu telur lagi, padahal seingat santri tersebut semua telur telah habis untuk dimakan santri lain.

KISAH LAINNYA ADALAH :
ABU IBRAHIM WOYLA datang berkunjung ke rumah salah seorang saudaranya dan minta sedikit nasi dengan lauk SAMBAL UDANG BELIMBING.
Istri tuan rumah memberitahukan kepada SUAMINYA bahwa POHON BELIMBING di rumah mereka tidak ada buahnya tapi sang suami tetap berkeras agar istrinya tersebut mengecek ulang pohon belimbing tersebut.
Ketika diperiksa kembali, terlihat bahwa pohon belimbing tersebut memiliki tiga buah belimbing yang cukup untuk membuat sambal seperti yang diminta ABU IBRAHIM WOYLA.


BAKAL TERJADI TSUNAMI

KETIKA TSUNAMI ATAU SMONG MELANDA ACEH pada TAHUN 2004, diceritakan oleh beberapa orang bahwa :
ABU IBRAHIM WOYLA telah MEMBERITAHUKAN hal itu melalui ISYARAT.

Salah satu diantaranya dikatakan bahwa AIR akan NAIK SETINGGI POHON KELAPA, hal ini dikatakan kepada salah satu MURIDNYA yang BERNAMA MUKHLIS yang sekarang BERMUKIM DI DAYAH BUSTANUL HUDA atau DAYAH PULO IE, DESA DAYAH BARO, CALANG.
Cerita lainnya, 15 hari sebelum TSUNAMI MURID-MURID ABU IBRAHIM WOYLA TELAH DIPERINTAHKAN untuk MENJAUHI PANTAI.

BERTEMU DENGAN GUS DUR

Nuruddin Hidayat, salah satu santri Gus Dur suatu ketika merasa TERHERAN-HERAN ketika ada tamu, Gus Dur minta untuk digantikan PAKAIANNYA dengan KAIN SARUNG dan PECI, seperti ketika mau SHALAT IDUL FITRI.

SEUMUR-UMUR ia belum pernah MELIHAT GUS DUR SEPERTI ITU. Rombongan tamu tersebut sampai ditahan-tahan agar tidak masuk rumah dahulu, sampai
Gus Dur dipinjami salah satu SARUNG MILIK SANTRINYA agar bisa cepat berganti PAKAIAN. TAMU, yang diketahuinya ternyata DARI ACEH TERSEBUT YANG BERPAKAIAN SEDERHANA, DEKIL dan MEMAKAI CELANA SEPERTI yang biasa DIPAKAI OLEH BAKUL DAWET (penjual dawet).
Tamu tersebut diantar oleh aktifitis ACEH.
Perilaku Gus Dur dan tamunya juga aneh.

Setelah keduanya bersalaman, Gus Dur pun duduk di karpet, demikian pula tamunya, tetapi tak ada obrolan diantara keduanya. Gus Dur tidur, tamunya juga tidur, suasana menjadi SUNYI yang berlangsung sekitar 15 menit.

Setelah sang tamu bangun,
IA LANGSUNG PAMIT PULANG,
TAK ADA PEMBICARAAN.
UDIN, panggilan akrab Nuruddin, karena merasa penasaran,
segera SETELAH TAMU PERGI BERTANYA kepada GUS DR.
Udin :
“GUS, nggak biasanya menerima tamu seperti ini.

”Gus Dur:
“ITU WALI”
Udin :
“Apa ada wali seperti itu selain beliau di Indonesia”
Gus Dur :
“Tidak ada, adanya di Sudan” Orang yang sangat dihormati
Gus Dur tersebut ternyata ADALAH ALMARHUM :
TGK IBRAHIM WOYLA DARI WOYLA ACEH BARAT.

Tokoh ini merupakan orang yang sangat dihormati di Aceh. Masyarakat Aceh memanggilnya "TGK BEURAHIM WAYLA"
dan percaya bahwa ia sering menunaikan SHALAT JUM’AT DI MAKKAH dan kembali pada hari itu juga.
-------------
SETELAH KIPRAH YANG BESAR DAN LUAS, MAKA WAFATLAH :
ABU IBRAHIM WOYLA DI TAHUN 2009 DALAM USIA 90 TAHUN.

GROP :
KISAH ULAMA ACEH

WALLAHU'AKLAM.
WASSALAM.



ABU WOYLA.
--------------------

WALY KHUTUB ALMARHUM ABU SYEHK TEUNGKU HAJI IBRAHIM WOILA BIN TEUNGKU SULAIMAN.

DAN ALMARHUM AL ARIF SYEHK DAHLAN AL FAIRUSI AL HAFID AL MURUSYID CUCU DARI SYEHK DAHLAN TANOH ABEE.

MERUPAKAN KETURUNAN DARI :
TEUGKU CHIK TANOH ABEE. SEULIMUM ACEH BESAR.

AL-KISAH :
KISAH ABU IBRAHIM WOILA DI WAKTU TSUNAMI DATANG MELANDA ACEH.

Di waktu itu ABU WOYLA sedang terburu2 berjalan Dari melaboh menuju SEULIMUM ACEH BESAR.

Tanpa kendaraan cuma berjalan kaki memakan waktu cuma satu jam.
Datang ke SEULIMUM untuk mnemui SYEKH DAHLAN AL-FAIRUSI AL HAFID dengan terburu2 berjalan sambil berbicara.

ABU IBRAHIM BERKATA :
Kiamat sudah dekat YA TEUNGKU SYEKH ...?

Teungku Dahlan pun Mengetahui apa itu maksud Abu Ibrahim,
Sebbb ABU Ibrahim dngan SYEKH Dahlan Dua waliyullah yang beda MAQAM ..!

Abu Ibrahim berkata lagi minggu depan akan terjadi kiamat ...!!!

Syehk Dahlan ber istighfar,
sebab sudah mengerti apa yang di sebut ABU AWOYLA itu benar akan terjadi ...!

Pas satu Minggu kemudian terjadilah TSUNAMI melanda ACEH sngat hebat hampir SEMUA RAKYAT ACEH tenggelam dalam air laut.
Tapi Berkat KARAMAH ABU IBRAHIM WOILA dengan Kelebihan yang diberi ALLAH pada ABU WOYLA sangat luar biasa, diluar nalar Manusia...!

Sopir ABU WOYLA terheran melihat kejadian itu Masak mobil Bisa berjalan di atas lempur dan air yg sangat banyak.
SUBHANALLAH.
KUASA ALLAH atas mu ABU WOYLA...!

Dan pernah kejadian di pasar tmpat jualan ikan ABU datang dengan kelakuan ANEH, merepet terus mulutnya selalu Berkomatkamit dengan siapa ABU WOYLA berbicara.....!

orangpun Mengira, ABU WOYLA orang gila dan Di pasar itu, Kerna ABU Bersikap ANEH dan Tak Masuk AKAL MANUSIA NORMAL pada umumnya.
Dan berbuat Sikap Aneh, beliau kencing di depan orang banyak...!

Ada orang yang berkata kepada ABU WOYLA....?
ABU Kenapa Disni kencing banyak orang malu ABU...!

Apa Neu-urusan Lon, Kalau AKU KENCING DI DEPAN ANJING DAN BABI SEMUA.
nyan hana pue-pue ...!

Menurut di mata ABU WOYLA yang di pasar itu semua anjing dan babi yang beliau lihat.
dan ABU WOYLA Pergi tanpa permisi, habis kejadian itu,
Pasarpun terbakar SMUANYA
Tidak ada yang tersisa sedikit pun...!

SUBHANALLAH.
ALLAH telah memuliakan MU WAHAI ABU.
ALLAHUMMAGHFIRLAHUM.

FOTO :
ABU IBRAHIM WOYLA
ABU DAHLAN TANOE ABEE.

----------
CINTAILAH ORANG-ORANG SHALEH,
KARENA MEREKA MEMILIKI KESHALEHANNYA.
CINTAILAH NABI MUHAMMAD SAW,
KARENA DIA KEKASIH ALLAH SWT
DAN CINTAILAH ALLAH SWT,
KARENA DIA KECINTAAN NABI DAN ORANG-ORANG YANG SHALEH.
( IMAM SYAFI'I )

WASSALAM.......!!!

GROP :
KISAH ULAMA ACEH.

WALLAHU'AKLAM.



ABU WOYLA.

ABU IBRAHIM WOYLA &
ABUYA MUDAWALY.

AL-KISAH :
ANTARA GURU & MURID
----------------

ABUYA MUDA WALY, MENYURUH PULANG ABU IBRAHIM DARI DAYAH DARUSSALAM LABUHAN HAJI.
(ABU WOYLA).
----------------------

BAK SABOH UROE ABUYA TEUNGOH
NEU DUK2 DENGAN PARA SANTRI.
TEUNGOH MENCERITA-CERITA DAN BAHAS MASALAH KITAB.
TIMBULAH DALAM PIKIRAN ABUYA,
NEUKALON ENAK KA TA'ZIM
ABU IBRAHIM TERHADAP GUREE.

ABUYA :
TGK WOYLA KEUNOE NEUJAK
SIAT DILE ?

TGK WOYLA :
NYOMPAT LON ABUYA.... !!!

ABUYA :
NEUBEUDOH DROE JINOE,
NEUJAK BET BATE RAYA NYAN SIGOE...... !!!
TGK WOYLA :
GET ABUYA ....!!!

MANDUM UREUNG TEUKHEM KARNA BAK ADAT HAN MUNGKEN SIDROE MANUSIA EEK DI BET BATEE UKURAN YANG THAT RAYA,
MEMANG MUSTAHE',
TAPI TGK IBRAHIM WOYLA
NEUJAK NEU BE'T ,

ABUYA :
PAKON NEUKHEM URENG DROE ?

SANTRI :
KIBAN HAN TEUKHEM ABUYA,
NEUKALON, KOP BANGAI JIH,
KADITEUPUE NYAN BATE HAN EEK DIBE'T, TAPI DIKARAT SYIT.
MAKAJIH HANJEUT SAPEU,
MEUKITAB TAN JEUT,
(jaweub sidroe santri).

DALAM KEADAAN BEUNGE'H
ABUYA NEU JAWEUB....

ABUYA :
NYOEKEUH NYOE YANG JEUT
KEU UREUNG , NYOE UREUNG JIH HANA PEUTIMANG PEU YANG LON YUE HANA DIBANTAH,
ADAB JIH DAN TA'ZIM TERHADAP GUREE JROH THAT..... !!!!.
SANTRI :
TEU'IEM (Terdiam).

ABUYA :
TGK WOYLA....BEUDOH JINOE DROE, BUNGKOH TAH JAK WOE U GAMPONG, BEK LE JINOE DIDAYAH, DROE KEUH HAN MALEM, JAK WOE KEUDEH U GAMPONG.
TGK WOYLA :
GET ABUYA.....!!!

URENG NIBAK MASANYAN HANA NEU MUPHOM PAKON NEUYU WOE ABU IBRAHIM WOYLA,

GEUPIKE LE URENG NYOE GEU USE DARI DAYAH, SEBAB KATREP GEUBEUT TAN JEUT SAPEU. PADAHAI MAKSUD ABUYA GUYUE GOPNYAN HAN MALEM, TAPI JEUT KEU SIDROE WALIYAULLAH,
SIDROE URENG YANG LE BERKAT DAN KARAMAH.

Dokumen :
Alm. Abuya Djamaluddin.

DARI CERITANYOE JEUT TACOK KEU BAHAN RENUNGAN,
BUKON ILMU YANG BESAR HARUS KITA BANGGAKAN,
TAPI ADAB YANG LEUBEH UTAMA.

MOGA BEUJEUT KEU MANFAAT
KEU GEUTANYOE BANDUM DAN
PEUNUNTUT ILEUME'.

GROP :
KISAH ULAMA ACEH

WALLAHU'AKLAM.
WASSALAM.

DOC
Arya

GROP :
KISAH ULAMA ACEH






SYEKH ABDURRAUF AS-SINGKILI ACEH


Arya ke KISAH ULAMA ACEH

SYEKH ABDURRAUF
AS-SINGKILI ACEH.
---------------------

TEUNGKU SYIAH KUALA.
1024 H/1615 M - 1105 H/1693 M.

ADALAH SEORANG ULAMA BESAR
ACEH YANG TERKENAL.
IA memiliki pengaruh yang
besar DALAM PENYEBARAN AGAMA ISLAM di SUMATERA ,
NUSANTARA dan ASIA TENGGARA
PADA UMUMNYA.

SEBUTAN GELAR NYA YANG JUGA TERKENAL ialah :
TEUNGKU SYIAH KUALA.
Dalam bahasa ACEH, artinya :
SYEKH ULAMA DI KUALA.

NAMA LENGKAPNYA IALAH:
AMINUDDIN ABDUL RAUF BIN ALI AL-JAWI TSUMA FANSURI AS-SINGKILI.
Menurut riwayat masyarakat, keluarganya berasal dari :
PERSIA atau ARABIA, yang datang dan menetap di SINGKIL, ACEH,
PADA AKHIR ABAD KE-13.

Pada masa mudanya, ia mula-mula belajar pada
AYAHNYA SENDIRI.
Ia kemudian juga belajar pada ULAMA-ULAMA di FANSUR dan BANDA ACEH.
Selanjutnya, ia pergi menunaikan ibadah haji, dan dalam proses pelawatannya ia BELAJAR pada berbagai ULAMA di Timur TENGAH TENGAH untuk MENDALAMI AGAMA ISLAM.

Kitabnya yang berjudul :
UMTAD AL MUTAJIN membuka mata kita bagaimana SYEKH KUALA membangun JARINGAN INTELEKTUALNYA.
Gurunya tersebar dari YAMAN, QATAR, ADEN hingga dataran HEJAD. Ia belajar tidak hanya ilmu “LAHIR’ saja tetapi juga ilmu ”BATIN".

Kemasyuhrannya dalam penguasaan dua ilmu tersebut melahirkan banyak karya yang sampai sekarang masih menjadi bahan rujukan para ulama maupun cerdik pandai.

SYEKH KUALA MEMANG BUKAN nama ASING bagi MASYARAKAT ACEH SAJA.
Tetapi DIKENAL di SEANTERO TANAH MELAYU dan DUNIA ISLAM INTERNATIONAL.

SYEKH KUALA atau SYEKH ABDURRAUF SINGKIL adalah :
TOKOH TASAWUF JUGA AHLI FIQIH yang disegani.
Lelaki asal SINGKIL, FANSUR ACEH UTARA ini dikenal sebagai salah satu ULAMA PRODUKTIF.

KARYANYA BANYAK mulai TASAWUF hingga FIQIH Pengaruhnya sangat besar dalam perkembangan ISLAM di NUSANTARA.
Tak salah kalau menghormati jasanya namanya diabadikan menjadi nama :
UNIVERSITAS DI BANDA ACEH.

ABDURRAUF SINGKIL
MENINGGAL DUNIA PADA TAHUN 1693, dengan
BERUSIA 73 TAHUN.
IA DIMAKAMKAN di SAMPING MASJID yang dibangunnya di KUALA ACEH,
DESA DEYAH RAYA KECAMATAN KUALA, sekitar 5 KM dari BANDA ACEH.

KEILMUANNYA :

AYAHNYA MENJADI GURU PERTAMA dalam PENGETAHUAN AGAMA di DAYAH (Madrasah) SIMPANG KANAN, di KAWASAN pedalaman SINGKIL.
Selepas itu melanjutkan pendidikan ke SEKOLAH TINGGI
di BARUS
(DAYAH TENGKU CHIK )
yang dipimpin oleh HAMZAH FANSURI.
Di sekolah ini beliau belajar ILMU AGAMA, SEJARAH, MANTIQ, FALSAFAH , SASTRA ARAB-MELAYU dan juga BAHASA PARSIA.

Setelah tamat kemudian MENERUSKAN PENGAJIAN ke SAMUDRA PASAI YANG DIPIMPIN OLEH :
SYEKH SYAMSUDDIN AS SAMATHRANI.
Sewaktu SYAMSUDDIN DIANGKAT MENJADI QADHI MALIKUL ADIL
(Kadi Besar) pada zaman SULTAN ISKANDAR MUDA
DHARMA WANG PERKASA ALAM SYAH, ABDURRAUF bertolak KE MEKKAH dan merantau ke beberapa buah negara ASIA BARAT lain untuk mendalami ILMU di sana.

TERCATAT SYEKH ABDURRAUF pernah menjadi MUFTI KERAJAAN ACEH ketika zaman : SULTANAH SAFIATUDDIN TAJUL ALAM (1641-1643).

Atas dukungan RAJA SAFIATUDDIN, ABDURRAUF memulai perjalanan intelektualnya menuju
TANAH SUCI.
Banyak pusat-pusat KEILMUAN yang dikunjunginya sepanjang jalur perjalanan haji.

Disamping itu, SYEKH ABDURRAUF tidak belajar secara formal dengan beberapa ULAMA. Perkenalannya dengan banyak tokoh ulama seperti MUHAMMAD AL BABILI DARI MESIR dan MUHAMMAD AL Barzanji dari Anatolia menjadi ladang pencarian ilmu secara informal.

Syekh Muhammad Al Babili merupakan salah satu ulama Muhadis terkemuka kala itu di Haramain.
Adapaun Syekh Muhammad al Barzanji dikenal sebagai sufi tersohor.
Syekh Abdurrauf tinggal selama 19 tahun di Mekah.

SYEKH ABDURRAUF bercerita bahwa DIRINYA BANYAK MENDAPATKAN ILMU “LAHIR’ dari SYEIKH IBRAHIM BIN ABDULLAH JAM'AN di BAIT AL FAQIH dan MAUZA ’.
Lewat GURUNYA ini, ia BERKENALAN dengan TOKOH TAREKAT SEPERTI
SYEKH AHMAD QUSYASYI dan SYEIKH IBRAHIM AL KURANI. Lewat keduanya SYEKH ABDURRAUF mendapatkan IJAZAH TAREKAT SYATARIAH.

Tentang gurunya ini
SYEIKH ABDURRAUF MENYEBUTNYA sebagai PEMBIMBING SPIRITUAL DI JALAN ALLAH.

SEKITAR TAHUN 1622M.
ABDURRAUF PULANG KAMPUNG. Ia kemudian mengajarkan TARIKAT SYATHARIYAH di DAERAHNYA.
Banyak santri yang berdatangan untuk BERGURU.

Muridnya pun berasal dari berbagai daerah di WILAYAH NUSANTARA.
Diantara MURIDNYA YANG PALING TERKENAL ADALAH :
SYEIKH BURHANUDDIN ULAKAN SUMATERA BARAT dan SYEKH ABDULLAH MUHYI, Pamijahan, JAWA BARAT.

TAREKAT SYATTARIAH
Menurut SYEKH MUHAMMAD NAUIB AL-ATAS, SYEKH UNTUK TAREKAT SYATTARIAH AHMAD AL-QUSYASYI ADALAH :
salah satu GURUNYA.
Nama Abdurrauf muncul dalam silsilah tarekat dan ia menjadi orang pertama yang MEMPERKENALKAN SYATTARIAH di INDONESIA.

Namanya juga dihubungkan dengan terjemahan dan tafsir Al-Qur’an bahasa Melayu atas karya Al-Baidhawi berjudul Anwar at-Tanzil Wa Asrar at-Ta'wil,
yang pertama kali diterbitkan di ISTANBUL TAHUN 1884.

Sebagai ulama TASAWUF,
SYEKH ABDURRAUF tidak dapat dipisahkan dari perkembangan TAREKAT SYATARIAH.
Hampir semua ordo TAREKAT SYATARIAH di NUSANTARA SILSILAH NYA berujung PADANYA.
Tarekat ini tersebar MULAI DARI ACEH hinga ke SUMATERA BARAT.
Kemudian berkembang menyusur ke SUMATERA SELATAN HINGGA CIREBON.

Dalam bertasawuf Abdurauf menganut paham bahwa satu-satunya WUJUD HAKIKI adalah ALLAH SWT.
ALAM CIPTAAN-NYA adalah BAYANGAN, yakni BAYANGAN DARI WUJUD HAKIKI.
Walaupun WUJUD HAKIKI (TUHAN ) berbeda dengan WUJUD BAYANGAN (ALAM ), terdapat keserupaan antara wujud ini.

TUHAN MELAKUKAN TAJALI (penampakan diri dalam bentuk alam).
SIFAT-SIFAT TUHAN secara tidak langsung tampak pada manusia, dan secara relatif tampak SEMPURNA pada INSAN KAMIL.

SYEKH ABDURRAUF juga sangat tidak sepakat dengan paham WAHDATUL WUJUD.
Dalam bukunya yang berjudul BAYANG TAJALLI, ABDURRAUF menyatakan bahwa betapapun ASYIKNYA seorang HAMBA dengan TUHAN, KHALIK dan makhluk tetap mempunyai arti sendiri.

BANYAK KARYA YANG DIHASILKAN OLEHNYA.
Ada 21 KITAB yang karya tulisnya telah dihasilkan yang terdiri dari :
1 kitab TAFSIR ,
2 kitab HADIST,
3 kitab FIQIH dan sisanya :
KITAB TASAWUF.

SYEKH ABDURRAUF MENULIS DALAM BAHASA ARAB DAN MELAYU.
Kitab tafsirnya yang berjudul :
TURJUMAN ALMUSTAFID
DIAKUI sebagai kitab TAFSIR pertama yang dihasilkan di INDONESIA dengan BAHASA MELAYU.

MIR'AT AT-THULAB FI TAHSIL MA’RIFATULLAH AHKAM ASYI SYAR’IYAH LIL MALIK AL WAHHAB
merupakan salah satu kitabnya
di bidang ILMU FIQIH.
Di dalamnya memuat berbagai persoalan FIQIH MAZHAB SYAFI'I. Kitab ini juga menjadi panduan para KADI di KERAJAAN ACEH.

DI BIDANG TASAWUF,
KARYANYA ANTARA LAIN :
KIFAYATUL AL MUHTAJIN,
DAQAIQ AL HURUF ,
BAYANG TAJALLI UMDAT AL MUHTAJIN dan
UMDAT AL MUHATAJIN SULUK MASLAK AL MUFRIDIN.
Kitab yang terakhir ini merupakan KARYA TERPENTING SYEIKH ABDURRAUF.
Kitab : UMDAT AL MUHTAJIN SULUK MASLAK AL MUFRIDIN terdiri dari TUJUH bab.
Isinya memuat antara lain memuat tentang ZIKIR, SIFAT-SIFAT ALLAH dan RASUL-NYA dan asal usul mistik.

PENGAJARAN DAN KARYANYA

Ia diperkirakan kembali
KE ACEH SEKITAR TAHUN :
1083 H/1662 M dan mengajarkan serta mengembangkan TAREKAT SYATTARIAH yang diperolehnya. MURID YANG BERGURU KEPADANYA BANYAK dan berasal dari ACEH serta WILAYAH NUSANTARA LAINNYA.

Beberapa yang menjadi ULAMA TERKENAL IALAH :
SYEKH BURHANUDDIN ULAKAN
(dari Pariaman, Sumatera Barat) dan SYEKH ABDUL MUHYI PAMINJAHAN.
(dari Tasikmalaya, Jawa Barat).

Karya-karya Abdurrauf Singkil yang sempat dipublikasikan melalui murid-muridnya.
Di antaranya adalah :
Mir'at al-Thullab fî Tasyil Mawa'iz al-Badî'rifat al-Ahkâm al-Syar'iyyah li Malik al-Wahhab.
Karya di bidang FIQH atau HUKUM ISLAM, yang ditulis atas permintaan :
SULTANAH SAFIYATUDDIN.

Tarjuman al-Mustafid.
Merupakan naskah pertama TAFSIR Al QUR’AN yang lengkap berbahasa Melayu.
Terjemahan Hadits Arba'in karya Imam Al-Nawawi.
Kitab ini ditulis atas permintaan SULTANAH ZAKIYYATUDDIN.

MAWA'IZ AL-BADI'.
Berisi sejumlah NASEHAT PENTING dalam pembinaan AKHLAK.

TANBIH AL-MASYI.
Kitab ini merupakan :
NASKAH TASAWUF YANG MEMUAT PENGAJARAN TENTANG MARTABAT TUJUH.

KIFAYAT AL-MUHTJIN ILÂ MASYRAH AL-MUWAHHIDIN
AL-QâiLIN BI WAHDATIL WUJUD.
-------------

GROP :
KISAH ULAMA ACEH.

WALLAHU'AKLAM.
WASSALAM

DOC


Arya

GROP KISAH ULAMA ACEH




ABUYA SYEKH MUDA WALY DENGAN HAMZAH FANSURI AS-SINGKILI


Gambar mungkin berisi: 2 orang, meme, teks yang menyatakan 'ABUYA AS SINGKILI GROP KISAH ULAMA ACEH'
Arya ke KISAH ULAMA ACEH

HUBUNGAN SPRITUAL :
ABUYA SYEKH MUDA WALY DENGAN HAMZAH FANSURI AS-SINGKILI.

-----------------------
DAYAH DARUL ICHSAN, PAOH, LABUHAN HAJI TENGAH , ACEH SELATAN.
YANG SAAT INI DAYAH TERSEBUT DI ASUH OLEH ABUYA SYECH AMRAN WALY.
ANANDA DARI ABUYA SYECH
MUHAMMAD WALY AL CHALIDI.

TOKOH PENDIDIK DAN ULAMA ARIFBILLAH :
ABUYA SYEKH MUHAMMAD MUDA WALY yang terletak DI DAYAH DARUSSALAM BLANG PAROH, LABUHAN HAJI BARAT, ACEH SELATAN.
HANYA TERPAUT SEKITAR 4 KM DARI DAYAH DARUL ICHSAN, PAOH.
ABUYA SYEKH H AMRAN WALY PEMBIMBING DAN MURSYID TAUHID TASAUF, ULAMA PENGANUT TAREKAT NAQSYABANDIYAH.

DAYAH DARUSSALAM, SESIAPA YANG BERKUNJUNG AKAN MERASAKAN TENANG, DAMAIVDAN TENTRAM.

DAYAH yang telah MENCETAK BANYSK ULAMA di ACEH DAN TERMASUK NEGARA INI, bukan saja dihuni 2000-an santri yang setiap saat selalu melantun ASMA ALLAH, BERSALAWAT pada RASUL, DAN SELALU MEMBACA AYAT-AYAT TAYYIBAH lainnya.
DAYAH yang DIBANGUN TAHUN 1940-an DIHUNI SEJUMLAH JIN ISLAM.

Keberadaan JIN ini, selalu mengawal dan menentramkan hati orang yang berada dikomplek pesantren. Termasuk para penziarah dan tamu lainnnya.
cerita menarik dan unik berupa hubungan SPRITUAL DAYAH DARUSSALAM DENGAN ACEH SINGKIL.

BAHKAN KISAH INI, bagian DARI KARAMAH DAN KEMULIAAN ABUYA SYEKH MUDA WALY, ULAMA YANG AMAT DI KENANG DAN TERKENANG BAGI MASYARAKAT NANGGROE ACEH.
_________________

AL-KISAH :
SAAT DAYAH DARUSSALAM, BLANG POROH dibangun tahun 1940–yang semulanya hanya berupa tempat pembinaan ROHANI AYAHNYA YAITU :
SYEKH MUHAMMAD SALIM BIN MAKIN PALINTO – :
SEORANG TUKANG BANGUNAN MEMBERITAHU kepada ABUYA SYEKH MUHANMAD MUDA WALY bahwa persedian KAYU untuk membangun mushala TIDAK MENCUKUPI.

Mendengar laporan itu, serta-merta ABUYA menyuruh tukang dan MURID-MURIDNYA agar pergi ke PANTAI SERAYA BERKATA :
Datanglah tuan-tuan ke pantai,
di sana ada SEBATANG KAYU BESAR yang dibawa air dari SINGKIL, ambil dan belahlah kayu itu.
Lalu gunakan untuk MEMBANGUN MUSHALLA.”

Murid-murid ABUYA dan TUKANG yang mendengar TITAH beliau tadi terkesiap dan perasaan RAGU menyelimuti hati mereka.
Apakah ini benar atau tidak. Karena menurut lazimnya AKAL SEHAT, MUSTAHIL sebatang kayu dari Singkil, bisa hanyut dan TERDAMPAR DI PANTAI LABUHAN HAJI.

Mustahil bagi manusia. Namun, tidak bagi ALLAH SWT. Apa yang ALLAH KEHENDAKI, PASTI TERWUJUD.

Lalu murid dan tukang tadi, beranjak dan bergegas mendatangi pantai yang jaraknya hanya 100 meter saja dari lokasi pembangunan pesantren.

Setiba di sana, ternyata apa yang dikatakan ABUYA BENAR.
Di pantai telah terbujur sebatang kayu jenis kapur yang besar dan panjang.

“ALHAMDULILLAH,”
teriak tukang dan murid-murid abuya.
Lantas dengan menggunakan
alat yang sederhana.
Kayu itu pun dibelah dan dipotong-potong oleh murid-murid dan tukang sesuai dengan keperluan.

Setelah itu, kayu tersebut digunakan untuk membangun MUSHALLA di komplek DAYAH DARUSSALAM, LABUHAN HAJI, hingga mushala itu rampung dan bisa dimanfaatkan.

Sekarang, karena perkembangan pesantren dan zaman pun semakin modren, bangunan mushalla yang perkayuan berasal dari Singkil telah diganti dengan bangunan yang kokoh terbuat dari beton.

***

AL-KISAH LAIN :
pada tahun 1953, ABUYA SYEKH MUHAMMAD MUDA WALY bersama rombongan termasuk isterinya UMI TEUNOM dan TGK BANJIR, BERDAKWAH KE WILAYAH SINGKIL.

Saat di Singkil, mereka berdakwah menaiki boat dan menyusuri Sungai Singkil.
Di tengah perjalanan, TIBA-TIBA ABUYA mengajak ROMBONGAN untuk berhenti di sebuah daratan di tengah SUNGAI SINGKIL.

Setelah boat ditambatkan, ABUYA sendiri turun ke daratan dan langsung menuju sebuah lokasi yang tidak seberapa jauh dari bibir sungai.

Tidak berapa lama biliau di lokasi, Abuya Muda Waly kembali menaiki boat.
Setiba diboat salah seorang rombongan bertanya perihal mengapa mereka berhenti dan abuya pergi sendiri tanpa membolehkan yang lain ikut serta ke daratan.

Saat itu abuya menjawab, tempat berhenti boat, adalah KAMPUNG OBOH.
Di situ ada MAKAM ULAMA BESAR SYEKH HAMZAH Fanshuri.

Waktu mau melewati Daerah PERKAMPUNGAN OBOH,
SYEKH HAMZAH FANSHURI melambai-lambaikan TANGAN MENGAJAK ABUYA MUHAMMAD MUDA WALY SUPAYA SINGGAH.

LANTAS, ABUYA pun singgah dan BERDIALOG DENGAN RUH SYEKH HAMZAH FANSHURI.
Setelah itu, abuya mohon izin dan minta DOA untuk BERDAKWAH di SINGKIL yang tak lain, TANAH TEMPAT SYEKH HAMZAH FANSURI DI LAHIRKAN.

Kalaulah ketika itu, boat tidak berhenti dan abuya tidak singgah, dikuatirkan boat akan tenggelam dan penumpang akan mengalami kesusahan.
Misi dakwah di Wilayah Singkil menjadi tersendat.

***

AL-KISAH LAIN :
di tengah-tengah kunjungan dakwah di Singkil.
Abuya Syekh MUHAMMAD MUDA WALY, melihat sebuah BATU BESAR yang di SEKELILINGNYA terpasang PANJI-PANJI WARNA-WARNI.
Kata warga batu besar itu, telah dijadikan sesembahan kalangan warga.

Melihat dan mendengar hal demikian dan untuk mencegah terjadinya KEMUSRIKKAN di kalangan warga, ABUYA MENYURUH TGK BANJIR, seorang MURIDNYA yang juga tokoh MASYARAKAT SINGKIL yang TERKENAL MEMILIKI ILMU KUAT, untuk MENGGESER BATU BESAR TADI.

Atas suruan gurunya itu,
Tgk Banjir pun mencoba memindahkan batu.
Tetapi, batu itu sedikit pun tidak bergerak.

Tidak bergemingnya batu itu, bukan karena ILMU TGK BANJIR tidak mangkus lagi.
Melainkan, BATU RAKSASA tadi telah diselimuti dan DIKUASAI MAKHLUK HALUS.

Karena tidak seorang pun yang bisa memindahkan batu. AKHIRNYA, ABUYA MENGUSAP PERMUKAAN BATU.
Tidak lama setelah diusap, batu besar itu pun bergerak.
Lalu, berguling, BERPINDAH KE TEMPAT LAIN.
Jauh dari pemukiman penduduk.

***

Banyak lagi kisah hubungan ABUYA SYEKH MUHAMMAD MUDA WALY dan anak-anaknya dengan WARGA ACEH SINGKIL.
Apalagi ajaran dan paham ulama besar Aceh SYEKH ABDURRAUF AL-SINGKILI – putra Singkil– telah menjadi bahan rujukan bagi Abuya Syekh MUHAMMAD Muda Waly, ANAK-ANAKNYA dan MURID-MURID LAINNYA di ACEH.

Kisah ini merupakan suatu bukti bahwa Aceh Singkil memiliki hubungan SPRITUAL yang erat dengan DAYAH DARUSSALAM, BLANG POROH dan KELUARGA ABUYA SYEKH MUHANMAD MUDA WALY.

WALLAHU'AKLAM.
Mohom maaf bila ada tersilap dalam tulisan ini.

Catatan :
Tulisan ini dikutip dari tuturan masyarakat dan referensi lainnya terutama terinspirasi dari buku ABUYA SYEIKH MUHAMMAD MUDA WALI AL CHALIDI.

GROP :
KISAH ULAMA ACEH.

WASSALAM.

DOC

Arya ke KISAH ULAMA ACEH

ABUYA MUDA WALY SULTANAH ULAMA ACEH


Gambar mungkin berisi: 1 orang, teks
Arya ke KISAH ULAMA ACEH

ABUYA MUDA WALY
SULTANAH ULAMA ACEH
------------------
SHULTHAN ULAMA ACEH
ALM.ABUYA SYAIKH MUDA WALY AL-KHALIDY
------------------

SEGALA PUJOE BAGI ALLAH PENCIPTA ALAM SEMESTA.
ALLAH TEMPAT KITA MEMINTA PERTOLONGAN, BAIK MASALAH DUNIA KITA MAUPUN MASALAH AKHIRAT KITA.
SHALAT dan SALAM bagi BAGINDA RASULULLAH.
DAN AHLI KELUARGA dan SAHABATNYA BAGINDA SEKALIAN.

RASULULLAH PENUTUP SEMUA PARA RASUL dan PEMBAWA RISALAH ISLAMIAH.
WABA'DU :

HAL RISALAH DAN RIWAYAT PERJUANGAN TENTANG HAL MAHA GURU BESAR DARI PARA GURE-GUREE KITA.
HADHARATUSY SYEIKH ALLAH YARHAM ABUYA SYEIKH MUHAMMAD (MUDA) WALY AL-KHALIDY THARIQATAN, AL-ASYI BILAADAN, ASY SYAFI'I MAZHABAN,
YANG TELAH SEKIAN LAMA MENINGGALKAN KITA SEMUA.

SEMOGA ALLAH SWT SENANTIASA MEMBERI GAIRAH dan MOTIVASI KEPADA KITA DALAM MENGIKUTI JEJAK NYA DALAM HAL IBADAH DAN BERAMAL SHALEH.

CATATAN INI BAGAIKAN SETETES AIR DAR i SAMUDRA KEAGUNGAN dan KEBESARAN ALLAH SWT YANG TELAH DI ANUGERAHKAN-NYA KEPADA ALM. ABUYA MAULANA SYEKH MUHAMMAD WALY di MASA HIDUPNYA.

SMOGA SAJA CATATAN INI DAPAT MEMBANGKITKAN SEMANGAT kita DALAM MEMPERTAHANKAN dan MENERUSKAN RISALAH PERJUANGAN BELIAU SEBAGAI PENGANUT AHLUSSUNNAH WAL JAMAAH di BUMI SERAMOE MEKKAH.

TERLEBIH pada AKHIR-AKHIR INI BERBAGAI AJARAN DAN ALIRAN MENYERBU MASUK KE TANAH PARA AULIYA.
Keberadaan hal keadaan itu dikhawatirkan dapat MERUSAK AQIDAH dan PERSATUAN UMAT ISLAM.
HANYA PARA ALIM ULAMA DAYAH DAN PARA SANTRI HARUS TAMPIL MEMBELA MAZHAB SYAFI'I DAN AQIDAH AHLUSSUNNAH WAL-JAMAAH YANG SUDAH KITA YAKINI BAIK DAN LEBIH BAIK dan BERSEJARAH DI ACEH DAN NUSANTARA.

I. ULAMA BESAR ACEH YANG KHARISMATIK
-----------
BANYAK ALIM ULAMA DAN PENGAMAT SEJARAH SEPAKAT BAHWA ABUYA MUDA WALI adalah ULAMA BESAR YANG SANGAT TERPENGARUH BAIK di ZAMANNYA HARTA SEKARANG INI. MENURUT K.H. Sidjuddin ABBAS DALAM BUKUNYA “SEJARAH dan KEAGUNGAN MAZHAB SYAFI'I”,
SYEIKH HAJI MUDA WALI LAHIR DI LABUHAN HAJI ACEH SELATAN (sekarang Abdya) PADA TAHUN 1907.
AYAHNYA juga SEORANG ULAMA TERKENAL SYEIKH MUHAMMAD SALIM TUANKU MALI PALING YANG SANGAT FANATIK TERHADAP AJARAN AHLUSSUNNAH WAL-JAMAAH.

TGK . MUHAMMAD WALY (Muda Waly) sejak kanak-kanak sampai BELIA BERGURU PADA AYAHNYA TERCINTA di RUMAH. DAYA HAFALNYA SANGAT KUAT. SEJAK usia LIMA TAHUN SUDAH BANYAK MENGHAFAL AYAT-AYAT PENDEK DALAM AL-QUR’AN.

Kecerdasannya luar biasa.
Di usia belasan tahun sudah nampak CIRI-CIRI KEULAMAANNYA.
Dan sejak itu pula para santri AYAHNYA MEMANGGIL DIA TGK. MUDA.
Maksudnya TEUNGKU yang masih KECIL, sedangkan AYAHNYA TEUNGKU YANG SUDAH SENIOR.

Selain berguru kepada orang tuanya, TGK MUDA berguru juga kepada TGK IDRIS ACEH SELATAN. L
Kemudian kepada
TGK. SYEIKH MAHMUD BLANG PIDIE.
Selanjutnya beliau meninggalkan ACEH SELATAN dan
“JAK MEUDAGANG” KE ACEH BESAR.
Di Aceh Besar beliau berguru kepada SYEIKH HASAN KRUENG KALEE, dan tidak lama cuma hanya beberapa hari saja.

KEMUDIAN KEPADA TGK. HASBALLAH INDRAPURI dan beliau lebih banyak mengajar di pesantren siang malam lebih kurang selama tiga bulan.
Maka beliau di sana seperti WAKIL AB u INDRAPURI sebagai GURU UTAMA.

MENURUT PUTRANYA ABUYA PROF. DR. MUHIBBUDDIN WALY, sebelum ke Aceh Besar, AYAHNYA SUDAH ALIM. SEBENARNYA “MEUDAGANG ”
ke Aceh Besar karena beliau ingin berkenalan dengan ULAMA-ULAMA yang lebih SENIOR di Aceh BESAR.
Makanya tidak begitu lama tinggal di ACEH BESAR.

KEHAUSANNYA TERHADAP ILMU AGAMA ISLAM TAK PERNAH TERBENDUNG, kemudian beliau melanjutkan perjalanannya ke TANAH MINANGKABAU untuk STUDI SEKOLAH NORMAL ISLAM yang dipimpin OLEH
H. MAHMUD YUNUS YANG TAMATAN AL-AZHAR UNIVERSITAS.

Cuma sebulan beliau di situ kemudian keluar dari padanya karena tidak merasa sesuai dengan pendidikannya.
Kemudian beliau BERKELILING KEPADA ULAMA-ULAMA BESAR, diantaranya pada ULAMA BESAR SYAFUYAH di sana SYEIKH DJAMIL DJAHO
(salah seorang pendiri PERTI)
dan KARENA ALIMNYA , SYEIKH DJAMIL sangat CINTA dan SAYANG kepada MURIDNYA yang CERDAS INI.
Supaya terjalin hubungan yang abadi, sang guru mengambilnya menjadi menantu.

Setelah beliau berumah tangga dengan isteri beliau pertama, BUNDA KANDUNG
ABUYA PROF. DR. MUHIBBUDDIN WALY, ( yang sebutan ummi padang) dan isteri beliau pertama itu adalah
CUCU ULAMA BESAR KOTA PADANG SYEIKH KHATIB ALI. TGK.MUDA dinikahkan dengan putrinya RABI'AH.
Selanjutnya TGK. MUDA belajar pula pada SYEIKH ABDUL GHANI BATU BESURAT di KAMPAR.

SYEIKH ABDUL GHANI inilah yang kemudian mengangkat ABUYA MUDA WALY menjadi MURSYID THARIQAT NAQSYABANDIYAH untuk SELURUH WILAYAH ACEH.

II. TOKOH PENDIDIKAN ISLAM.

TAHUN 1940 TGK. MUDA WALY KEMBALI ke ACEH.
Ilmunya sudah sangat luas ditambah lagi dengan menyandang GELAR MURSYID THARIQAT yang diberikan GURUNYA.
Di tanah kelahirannya beliau mendirikan DAYAH DARUSSALAM di LABUHAN HAJI,
NAMANYA MAKIN POPULER dan MENJADI
“BINTANG CAHAYA LAMPU PENERANG DI ACEH BELAHAN BARAT.

Kemudian para santri dari seluruh Aceh datang berguru kepadanya. Jadilah DAYAH DARUSSALAM LABUHAN HAJI SEBAGAI DAYAH BESAR yang paling banyak SANTRINYA.
MESKI ABUYA MUDA WALY UMURNYA MASIH SANGAT MUDA JADI SEORANG MURSYID ILMU THARIQAT, namun beliau tidak memaksa semua santrinya untuk MASUK THARIQAT.

Para murid diberi kebebasan memperdalam bidang ilmu yang disukainya.
Sebagian mendalami ILMU SYARIAH dan FIQIH saja, sebagian mendalami BAHASA ARAB DAN MANTIQ saja dan sebagian lagi menambahkan ILMU THARIQAT NAQSYABANDIYAH.

Pengaruhnya semakin besar setelah pulang dari Mekkah, sebab beliau sempat berguru KEPADA ULAMA-ULAMA BESAR di HARAMAIN.
Prof. H. MUHAMMAD ALI HASYMI dalam bukunya :
SEJARAH ULAMA ACEH”,
menulis :
bahwa tidak diragukan lagi,
TGK .MUDA WALY AL-KHALIDY adalah ulama Aceh yang sangat terpengaruh baik masa hidupnya maupun setelah beliau wafat.

Hal tersebut disebabkan karena Tgk. Muda Waly berhasil mendidik murid-muridnya menjadi ULAMA-ULAMA BESAR di ACEH. Ali Hasjmy menambahkan, sebagai PENGEMBANG THARIQAT, MUDA WALY juga SANGAT BERHASIL.
Sekarang satu-satunya THARIQAT yang paling LUAS penganutnya di ACEH adalah NAQSYABANDIYAH.

K.H. Siradjuddin ABBAS mengurai panjang tentang MUDA WALY. Menurut ULAMA AHLUSSUNNAH WAL-JAMAAH INI, MUDA WALY adalah ulama yang paling berhasil di ACEH. DARUSSALAM LABUHAN HAJI TELAH MELAHIRKAN ULAMA-ULAMA BESAR SYAFI'I YAH yang selalu menjadi kiblat masyarakat Aceh, bahkan Nusantara.

Lebih lanjut Siradjuddin ABBAS mencatat NAMA-NAMA MURID ABUYA MUDA WALY yang menjadi ULAMA BESAR dan PEMIMPIN DAYAH.

Untuk muridnya pada tahap pertama, atau Generasi pertama :
--------------
1. TGK. MUHIBBUDDIN WALY
2. TUANKU H. LABAISATI MELALO PANDANG PANJANG
3. TGK. ADNAN BAKONGAN.
4. TGK. QHAMARUDDIN
(Abu Tanoh Anoe)
5. TUANKU H. IDRUS BATU Basurek Bangkinang
6. TGK. AHMAD LAMLAWI
7. TGK. ABU ABDULLAH TANOH MIRAH BIREUN
8. TGK. MUHAMMAD ISA PEUDADA
9. ABON AZIZ SAMALANGA
10. TGK. T. H. USMAN FAUZIE (Abu Lueng Ie).
11. TGK. H. MUHAMMAD THAIB BATE LHEE.

muridnya GENERASI KEDUA, antara lain :
-----------
1. ABU SYIHABUDDIN SYAH. ABU KEUMALA
2. TGK. BASYAH KAMAL LHONG
3. TGK. AMIN UMAR
PANTON LABU
4. ABU TUMIN Blang BlahDeh.
5. ABU DAUD ZAMZAMI
ACEH RAYEK.
6. ABU TEUPIN PUNTI
Lhok Sukon
7. SYEIKH NAWAWI HARAP Tapanuli.
8. TGK. MUHAMMAD DAUD. Grong-grong
9. ABU AHMAD
blang Nibong Aceh Utara
10. TGK. ABBAS Beureumbeu Aceh Barat
11. TGK. JA'FAR SIDDIQ
Kuta Cane
12. TGK. MUHAMMAD ZAMZAMI - Mamplam Golek
13. ABU BAKAR SAMBIL
Aceh Barat
14. TGK. MUHAMMAD YUNUS Manani
15. dll.

Dalam tahap yang kedua ini di antaranya termasuk MURID-MURID ABUYA Prof. DR. MUHIBBUDDIN WALY.
Para murid pulang ke kampungnya masing-masing, mereka mendirikan dayah. Kemudian terbukti DAYAH-DAYAH mereka melahirkan ULAMA-ULAMA besar juga.

Mengenai kesuksesan pendidikan berkesinambungan ini, saya pernah membuat syair pada tahun 1999.
SYAIR-SYAIR Berikut saya kutip kembali SYAIR TERSEBUT :

DI BINEH PANTÉ SAMUDRA INDIA
LABUHAN HAJI TANOH TERCINTA
SINAN KEUDEH DAYAH MEUAH HANA BAN.
DARUSSALAM TAMAN SYURGA.

ABUYA MUDA WALY UREUNG AZASKAN
WATEE MENJELANG INDONESIA MERDEKA
LE THAT ULAMA LAHE DI SINAN
BERKAT DIDIKAN TGK. SYEIKH MUDA WALY.

ULAMA SUFI MALEM HANABAN
LUAH PANDANGAN KASYAF
GEUH PIH NA
GEUBRI KEU RAHMAT LE SIDROE TUHAN
GEU JAGA GOBNYAN SABE LAM BEUNA

WATEE ULANG JAK NIBAK KUBURAN
JILE MEUGRAM-GRAM DI LON IE MATA DILEE
ULUNG BRI SALEUM BAK BINEH MAKAM
LON BEUT QUR’AN YAKIN LON BACA

ALLAHU RABBI KHALIQUL INSAN
RAYA HANA BAN GOBNYAN MEUJASA
NEU AMPUN DESYA DUM KESALAHAN
NEUBRI BEU SAJAN PARA AULIA.

BEUREUKAT KEURAMAT ULAMA SUFI
SYEIKH MUDA WALY SULTAN ULAMA
NEUBRI YA ALLAH JALAN HAKIKI
NEUBRI ILLAHI ULON BEUMEUBAHAGIA

BEU PANYANG UMUM MUDAH RASEUKI
NGON KELUARGA AL-WALY UKHWAH BEUNA
BEUJEUT KEU GUREE ULAMA AL-WALY
ULAMA SUNNI PEJUANG AGAMA

III. KHALIFAH THARIQAT (NAQSYABANDIYAH).

Martin van Bruinessen (orientalis Belanda) mengemukakan bahwa thariqat Naqsyabandiyah pernah mendapat pengikut di Aceh sebelum abad ke-20, jumlahnya tidak besar dan tidak cukup berarti.

Satusatunya acuan yang kita dapatkan adalah sebuah teks yang ditulis oleh Jamaluddin Pasa (Aceh Utara), salah seorang pengikut Thariqat Naqsyabandiyah, namun kapan persisnya hidup tidak dapat dipastikan.

Karya tersebut disalin pada tahun 1859. Rupa-rupanya atas permintaan seorang pejabat Belanda.
Oleh sebab itu, karya itu pasti lebih tua dan tidaklah dapat dianggap sebagai bukti bahwa masih ada pengikut NAQSYABANDIYAH di Aceh pada masa itu.

Menjelang akhir abad Snouck Hougranje, pengamat terbaik dan paling luas pengetahuannya memberi komentar bahwa Thariqat Naqsyabandiyah memang tidak berarti di Aceh, meskipun bukan sama sekali tidak ada.

Tapi ternyata sekarang ini Thariqat Naqsyabandiyah merupakan thariqat yang paling berpengaruh di Aceh, pengaruhnya yang paling besar terutama di Aceh Barat dan Aceh Selatan.

Hal ini terutama sekali berkat kegiatan-kegiatan seorang SYEIKH dan POLITISI YANG KHARISMATIK, MUDA WALY
(Haji Muhammad Waly) pendiri dayah (pesantren) besar DARUSSALAM di LABUHAN HAJI (Aceh Selatan) dan merupakan TOKOH PERTI seluruh Aceh.

Syeikh Muda Waly berasal dari pesisir barat Aceh, yang sebagian penduduknya yang telah mengalami proses pembauran mengidentifikasikan dirinya sebagai orang Aceh tapi sebelum diterima sebagai orang Aceh sejati
(tetapi lebih dianggap orang Jamee “tamu” atau “pendatang” dan sebagai “keturunan Minangkabau”).

MUDA WALY berguru kepada Syeikh Muhammad Jamil Jaho (pendiri PERTI), meskipun sebentar dan menikahi putri gurunya Rabi’ah, dan belajar pula di Kampar kepada Syeikh Abdul Ghani dari Batu Besurat, yang kemudian membai’atnya masuk Thariqat Naqsyabandiyah dan mengangkatnya sebagai MURSYID UTAMANYA.

Pada awal-awal tahun 1940-an, Muda Waly kembali ke Aceh Selatan dan mendirikan dayah-nya di Labuhan Haji. Setelah Indonesia merdeka,
ia menjadi penggerak dibalik perkembangan PERTI di Aceh, terutama berkat upaya-upaya istri pertamanya – Hj. Rasimah bunda kandung Prof. DR. Muhibbuddin Waly, seorang perempuan cucu ulama thariqat kharismatik Kota Padang –, yang sangat simpatik dan terbuka serta punya naluri kemasyarakatan yang tajam.

Bersama dengan sahabat-sahabatnya,
Nyak Diwan,
Tgk. Usman Pawoh,
Cut Zakaria dan
Tgk. Bahrunsyah ia melakukan kampanye-kampanye politik dan agama secara intensif di sepanjang pesisir Barat Aceh (dan belakangan juga di Aceh Besar), salah satu tujuan utamanya ialah untuk menangkal pengaruh Muhammadiyah yang sedang tumbuh
(erat kaitannya dengan masyarakat Minangkabau di Aceh) yang tidak sejalan dengan kebanyakan para ulama Aceh.
Dalam perjuangan ini, MUDA WALY telah mendapatkan pertolongan dari semua muslihat.

Perkawinan-perkawinan yang betul-betul strategis dengan pengecualian barangkali yang pertama, yaitu dengan gadis kota Padang, Minangkabau.

ISTERI KEDUANYA adalah KEPONAKAN dari TEUKU USMAN PAJOH yang merupakan keturunan Ulee Balang Kota Kecamatan Labuhan Haji.
Salah satu kecamatan di Aceh Selatan di mana Muhammadiyah sangat kuat adalah Manggeng dan di sini tinggal Nur Hayit, ulama besar Muhammadiyah di Aceh.

Maka Muda Waly mengawini isteri ke empat di sini, justru pula dari kaitan famili ibu kandung beliau demi memperoleh tempat pijakan.
Setelah Abuya Muda Waly berpisah dengan isteri keduanya Hj. Rabi’ah Jamil, yang dikarenakan oleh masuknya Jepang ke Aceh sehingga beliau tidak bisa kembali ke Minangkabau, maka ia pun menceraikan Rabi’ah.

Setelah itu demi menghadapi tugas AHLUSSUNNAH WAL JAMAAH di Aceh Barat beliau menikahi salah seorang perempuan muda Teunom sebagai gantinya.

Upaya Muda Waly untuk menyebarluaskan Thariqat Naqsyabandiyah berjalan seiring dengan aktivitas politiknya dan di sini sulit untuk mengetahui apakah yang satu merupakan tujuan utama dan yang lainnya hanya sebagai alat.
Yang pasti, thariqat itu menyediakan baginya jaringan PERTI yang lebih mudah.

TGK. ADNAN Mahmud DARI BAKONGAN,
TGK. H. QHAMARUDDIN LAILON, TGK. JAILANI MUSA, serta
Tgk. H. JA'FAR LAILON sebagai KHALIFAHNYA di ACEH SELATAN, khalifah yang lain termasuk PUTRA MURSYID NYA sendiri H. ABDUL AIDARUS GHANI DI KAMPAR, namun sebagai penggantinya ia menunjuk PUTRA sulungnya, MUHIBBUDDIN WALY yang diberi IJAZAH MURSYID oleh gurunya sendiri SYEIKH H. ABDUL GHANI di KAMPAR.

SEJAK WAFAT MUDA WALY PADA TAHUN 1961, PUTRANYA MUHIBBUDDIN WALY secara FORMAL menjadi yang paling senior di antara MURSYID dan KHALIFAH, namun karena ia telah lama berada jauh dari Aceh,
maka ABUYA MUHIBBUDDIN WALY mengangkat :
ABU USMAN FAUZIE menjadi mursyid terkemuka di Aceh Besar dan sekitarnya, demi kepentingan praktis, sudah barang tentu ia merupakan tokoh PERTI terkemuka di Banda Aceh. Sebagai seorang aktivis PERTI, Tgk. T. Usman Fauzie menjadi seorang pendukung PPP ketika semua partai Islam dipaksa untuk berungsi menjadi partai baru tersebut.

Namun ketika satu bagian PERTI (kubu Sulaiman Al Rasulli) dengan Prof. Muhibbuddin Waly sebagai salah seorang tokoh terasnya, memisahkan diri dan bergabung dengan Golkar,
Usman Fauzi dengan setia mengikutinya.
Untuk menghadapi Pemilu tahun 1982 Abuya Muhibbuddin Waly berdua dengan Usman Fauzie berkampanye atas nama Golkar, hal yang menimbulkan reaksi negatif yang tidak sedikit.

Banyak orang tua menarik pulang anak-anak mereka dari Dayah Tgk. Usman Fauzi dan mengirim mereka ke tempat lain.
Tetapi murid Naqsyabandi, tentu saja tetap setia.
Secara kebetulan ABUYA MUHIBBUDDIN WALY telah menjelaskan dukungannya kepada Golkar dan bukan kepada PPP dengan menggunakan istilah-istilah yang dapat dipahami
oleh kaum muslimin tradisional.

PPP sebenarnya dikuasai oleh kaum modernis yang lebih merupakan ancaman bagi amalan-amalan kita dan kepercayaan-kepercayaan kita dibandingkan dengan Golkar yang sekular, malahan Tgk. T. Usman Fauzi menjelaskan secara lebih sederhana.

DI DAYAH TGK. T. USMAN FAUZI di Lueng Ie dilaksanakan dua pertemuan zikir berjamaah setiap pekan.
Satu untuk LAKI-LAKI dan satu untuk perempuan.
Keduanya antara shalat Isya dan tengah malam.
Sekitar 150 murid secara teratur mengikuti pertemuan-pertemuan ini. Jumlah murid yang datang bersuluk jauh lebih banyak, yang semuanya sudah berusia di atas 50 tahun dan yang terbanyak dari kaum wanita.

Kebanyakan atau semuanya dari mereka adalah petani.
Di pesisir utara Aceh suluk sungguhnya tidak pernah menjadi populer, tetapi di pesisir barat khususnya di bagian paling selatan
(Aceh Selatan dan Aceh Tenggara) suluk merupakan aspek yang tidak dapat dipisahkan dari budaya keagamaan setempat.

Cukup banyak penduduk berusia tua dari desa-desa pegunungan yang melakukan perjalanan beberapa kali dalam hidupnya, selanjutnya begitu selesai panen, ke Dayah di Labuhan Haji, Dayah Tanoh Anoe yang dipimpin oleh ABU Qamaruddin,
Dayah Ujong Kalak Meulaboh yang dipimpin oleh ABU ABDUL HAMID Kota Meulaboh,
Dayah Lama Inong Aceh Selatan yang dipimpin oleh ABU JA'FAR LAILON, dan dayah lainnya di Kluet Utara untuk melaksanakan suluk, meskipun hanya tiga hari atau beberapa hari saja.

Baik ABUYA MUDA WALY maupun putranya Prof. MUHIBBUDDIN WALY telah MEMPERKAYA kepustakaan TASAWUF Indonesia dengan satu-satunya karya sang ayah menulis dua risalah pendek mengenai Thariqat Naqsyabandiyah
(dalam bahasa Melayu) dan
OBAT HATI, NADHAM MUNAJAT yang diberkati At-Thariqat Al-Naqsyabandiyah
(teks amalan dalam bahasa Arab disertai terjemahan bahasa Acehnya, keduanya digubah dalam bentuk syair), dua karya lain yang diterbitkan merupakan kumpulan fatwa tentang berbagai masalah (Al-Fatwa)
dan sebuah kitab mengenai Doktrin dan AMALAN SUFI, TANWIR AL-ANWAR FI IZHAR KHALAL MA-FI KASYF AL-ANRAR keduanya dalam bahasa Melayu.

DR. Muhibbuddin Waly menyunting risalah ayahnya mengenai zikir dan menerbitkan empat jilid syarah karya IBNU ‘Atha’illah, Hikam :
HAKIKAT HIKMAH TAUHID dan TASAWUF dan sebuah kitab mengenai perkembangan hukum Islam, Penggalian Hukum Islam dari Masa ke Masa.

IV. KARAMAH-KARAMAH ABUYA MUDA WALY.
Saya pernah mengumpulkan sejumlah karamah ulama Aceh, namun sayang sekali naskah buku tersebut hanyut dibawa tsunami ahad, 25 Desember 2004 lalu.
Dalam buku tersebut saya menyebutkan beberapa karamah Maulana Syeikh Muda Waly, antara lain :

1. Datangnya kerikil putih kepantai Labuhan Haji dekat dengan dayah sehingga lapangan dayah tawajuh dan sekitarnya diratakan dengan batu-batu kerikil itu.

2. DOA DITERIMA ALLAH
3. PRESDIKSI NYA TENTANG DI/TII BENAR-TEPAT.

4. Keputusan Musyawarah para Ulama se-Indonesia yang difatwakan oleh beliau dengan Rais ‘Am NU K.H. Abdul Wahab Hasbullah, bahwa presiden Soekarno dan wakil presiden Mohd. Hatta adalah ulil amri adh-dharuri bisy syaukah.
Maka tidak boleh berontak kepada pemimpin negara.

5. Sukses mendidik ANAK dan para MURIDNYA menjadi ULAMA BESAR
6. SOEKARNO AKAN JATUH DARI KEKUASAAN
7. BERJUMPA LAILATUR QADR (1960).
-----------------
V. SULTHAN ULAMA ACEH.

Dari uraian ringkas di atas, saya sangat ingin memanggil beliau sebagai “SULTAN ULAMA ACEH” dan MUJADID BESAR ABAD ke-20 untuk Indonesia, khususnya SUMATERA.
Maksudnya dialah ULAMA ACEH yang paling besar pengaruhnya dalam bidang AGAMA, POLITIK dan KHAZANAH kESUFIAN di ACEH paruh abad 14 H.
saya juga berpendapat, pengaruh beliau semakin kuat dalam abad ke-15 H ini.
Para murid dan para murid beliau kini giat mengembangkan THARIQAT NAQSYABANDIYAH AL-WALIYYAH di SELURUH MELAYU RAYA.
---------------
VI. KHATIMAH

Saat-saat kita bisa berkumpul seperti ini, alangkah indah apabila kita dapat membaca sekali seorang UMMUL QUR’AN, kemudian kita berdo’a kepada ALLAH YARHAM AGAR ALLAH SWT MEMBERI TAMPAT yang TERBAIK di SISI-NYA.
Tiada kata yang lebih INDAH kecuali DOA yang diajarkan OLEH BAGINDA RASULULLAH SAW : ALLAHUMMAGHFIRLAHU WARHAMHU.

GROP :
KISAH ULAMA ACEH

AAMIIIN. AAMIIIN AAMIIIN.
WASSALAM.

DOC

Arya ke KISAH ULAMA ACEH